Civil Engineering,

Sosok pahlawan masa kini

11/12/2012 12:26:00 AM Oktiara dwindah 0 Comments



Tulisan ini terinspirasi dari seorang dosen air teknik sipil yang menjadi dosen pembimbing Skripsi saya. Ya! Nama nya adalah bapak Ir.H.Sarino.MSCE. Lulusan dari Universitas terbaik di Amerika lebih tepatnya di kalifornia university. Kesan pertama ketika bertemu dengan beliau adalah perasaan kagum yang luar biasa. Saya menilai semangat beliau mengajar untuk mahasiswa sangat tinggi tidak peduli panas, hujan dll. Satu hal yang membuat saya salut adalah semangatnya serta motivasinya. Saya tahu benar beliau sangat sibuk, namun satu hal yang membuat saya terkagum. Disela asistensi tugas akhir saya beliau berkata "Saya ini sibuk, namun saya harus mengajari kalian, kalau tidak saya berdosa". Terkagum bukan main ketika saya mendegarkan kata-kata tersebut. Dalam hati ini berkata "Ini baru the real hero". Disela kesibukannya beliau tiada lelah mengajarkan kami berbagai ilmu hingga keakar-akarnya dan disetiap asistensi dan mengajar selalu diselingi bahasa inggris. Suatu ketika beliau mengingikan kami berdiskusi tentang skripsi dengan menggunakan bahasa inggris, ini dilakukan dari awal hingga akhir asistensi. Tujuannya agar siswa dapat bercakap berbahas inggris dengan baik, tidak kalah dengan orang lain. Disela aktifitas asistensi, beliau selalu bercerita tentang pengalamannya ketika berkuliah di Amerika, bercerita tentang sistem pendidikan di Amerika serta tips tips untuk berkuliah disana. Beliau adalah motivator terhebat! Pernah suatu ketika saya mengeluh tentang susahnya belajar bahasa asing terutama bahasa Jerman, lagi-lagi beliaulah yang memberikan semangat, beliau bilang “ Orang lain bilang susah, belum tentu di kita susah, harus semangat dan yakin pasti bisa”. Kata-kata yang sampai saat ini masih terrekam jelas diotak saya.


Dari cerita diatas, maka dapat kita simpulkan, ini salah satu bentuk pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan yang dengan gigihnya memberikan ilmu kepada generasi penerus untuk meneruskan pembangunan di Indonesia. Tidak hanya memberikan ilmu, namun juga motivasi untuk terus semangat belajar dan gigih. Saya percaya, apabila semua dosen dan guru memiliki sifat seperti beliau, selain menjadi pengajar namun juga menjadi motivator hal ini dapat memungkinkan majunya pendidikan diIndonesia.


Cara meningkatkan pendidikan diIndonesia tidak harus selalu dimulai dari seberapa bagusnya fasilitas sekolah serta seberapa hebatnya kurikulum. Semua itu akan percuma apabila tidak dibarengi dengan kualitas guru atau dosen yang baik. Contoh kecil adalah percuma saja fasilitas sekolah bagus namun guru atau dosen hanya berperan sebagai tok pengajar saja. Hal ini akan menjadi sangat baik apabila guru atau dosen berperan penuh tidak hanya sebagai pengajar namun juga menjadi motivator untuk siswanya. Yang mengayomi siswanya untuk terus mewujudkan mimpi meraih cita-cita setinggi mungkin.


Salah satu faktor untuk memajukan kualitas pendidikan adalah dengan hal kecil terlebih dahulu ini. Yaitu dosen yang seperti ini. Yang setulus hati mengajarkan ilmu dan memberikan motivasi tanpa lelah. Apabila semua tim pengajar baik guru ataupun dosen seperti ini, saya yakin kualitas pendidikan yang ada di Indonesia perlahan-lahan akan jauh meningkat menjadi sangat baik.


Sosok pahlawan tidak melulu seorang yang berperang dengan menggunakan senjata untuk merebut kemerdekaan. Ya itu dulu! Sekarang saatnya kitalah generasi penerus yang meneruskan perjuangan pahwalan kita. Dengan hal yang kecil seperti ini. Tanamkan sifat tulus berbagi dan menjadi motivator baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Dengan cara yang kecil ini,  kita sudah menjadi pahlawan untuk memajukan pendidikan yang ada di Indonesia. Semangat terus kawan mengapai cita-cita, jadila motivator untuk dirimu sendiri dan orang lain! Jangan pernah patah semangat, mari kita teruskan perjuangan pahlawan kita dahulu dengan memerdekakan pendidikan yang layak untuk Indonesia tercinta! MERDEKA!


You Might Also Like

0 komentar: