Personal Life

You Are What You Tweet

11/07/2012 08:42:00 AM Oktiara dwindah 0 Comments

Actually this is too personal. It's easy only a few minutes by reading someone's status on twitter or personal message , directly we can know their habits, characters, either he/she is indolent or diligent etc. Seperti yang kita tau, hampir setiap orang menggunakan Blackberry dengan aplikasi nya blackberry messenger. Dari blackberry messenger inilah kita bisa share apa yang ada dibenak kita, baik itu sedang sedih, sedang capek, maupun sedang bahagia. Begitu juga twitter, dari sini kita bisa share apapun itu, baik sebuah achievement, tugas yang menumpuk, lembur, ulang tahun, kegalauan dll yang bisa kita share di personal message atau twitter. Namun pada dasarnya ada kaidah dimana tidak semua hal bisa kita share di personal message atau twitter. Hal-hal yang bersifat privasi atau terlalu berlebihan. Ada satu teman saya, sejauh yang saya kenal beliau adalah orang yang pendiam, namun kenyataannya apabila sudah berada dimedia dunia maya seperti twitter, terbitlah berbagai macam kicauannya soal kehidupan. Mengeluh terus dan terus! Tidakkah kita harus bersyukur dengan hidup kita? Masih diberikan kesempatan oleh Tuhan YME untuk bernafas lagi? Hidup lagi? Dan melakukan yang terbaik untuk kita? Disetiap pagi, disetiap saat beliau selalu mengeluh seperti "huu bangun pagi, kuliah lagi bla bla bla". Risih bukan main setiap hari mengeluh, sekali dua kali boleh, kalau sudah berkali kali apalah gunanya hidup?  Ada pula ceritanya seorang teman, dia berjilbab dan soleha, namun semua penilaian itu berubah seketika ketika ia membuat status ditwitter atau Personal message dengan kata-kata kasar dan segala hal yang berlebihan. Mendadak hilang sirna seketika penilian baik itu terhadap dia. Adapula seorang yang notabene merupakan duta pariwisata suatu daerah (bukan diPalembang tentunya), sejauh yang saya tau, seorang duta pariwisata dari suatu kota besar haruslah beretika dan sopan santun, namun hal ini berubah seketika ketika ia membuat status lagi-lagi dengan kata yang kasar dan tidak beretika padahal follower lumayan banyak. Ia membuat emototion kata-kata yang tidak sebagaimana semestinya. Ada lagi seseorang yang apabila kita lihat dari foto-foto nya adalah gadis yang ceria dan lucu!. Namun kembali lagi ke realita bahwa sering ia membuat status-status dengan kata-kata kotor dan it totally changes my mind! Seketika berubah! Tentu saja kita adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, namun dari sini kita bisa menarik kesimpulan, walaupun manusia adalah manusia biasa yang penuh dengan beragam sifat dan twiter atau personal message adalah hak semua orang, namun alangkah lebih baiknya kita sebagai generasi penerus yang berpendidikan menulis sesuatu yang baik dan beretika. Boleh mengeluh sekali dua kali, namun jangan setiap kali dan berkali kali. Semua orang bisa menilai kita secara cepat tanpa harus mengenal lebih lama. Bagaimana jika setiap pagi kita membuat status dengan senyum penuh semangat? Keceriaan? Kebahagiaan yang terus menerus secara continue ? Hal itu akan memantul dan menjadi umpan balik kepada kita, semakin kita mengeluh terus menerus, dengan beban hidup yang tiada henti, dengan tugas yang menumpuk, ketahuilah bahwa kita harus bersyukur dan tetap semangat serta bahagia. Selain itu adakalanya kita membuat status sedih atau galau? Hal itu wajar dan manusiawi kok namun balik lagi bahwa ada kaidah batas-batasan. Alanglah lebih baik kita membuat status berupa perumpaan (untuk mengungkapkan kesedihan atau kegalauan kita) dari pada kita membuat status yang terlalu mencolok, misalkan "aku benci kamu, aku sakit karena disakiti kamu, kamu jahat, aku mau mati saja  bla bla bla .... Alangkah lebih baiknya kata-kata itu kita ubah lebih berkelas seperti  "Jalan terus, matahari terus menyinari apapun yang terjadi". Penulisan berbeda namun memiliki makna yang sama. Jauh lebih indah dipandang bukan? Dari setiap isi twiter dan personal message yang saya baca lagi-lagi mengajarkan saya bahwa setiap orang memiliki masalah dan cara menyampaikannya yang berbeda-beda pula. Sah-sah saja apabila kita ingin menulis segala sesuatu masalah yang ada, namun yang ingat kaidahnya bahwa jangan terlalu berlebihan. Setiap orang memiliki masalah, artinya bahwa seberat apapun masalah kita,  kita tidak sendirian, ada orang lain yang memiliki masalah yang jauh lebih berat dari kita, kembali lagi harus bersyukur bahwa masih ada yang masalahnya jauh lebih berat dari masalah kita. Jadi alangkah jauh lebih baiknya kita lebih berhati-hati dalam mengshare masalah, show our emotion, jangan berkata kasar dll karena you twitter status is indicated who you are.... 

You Might Also Like

0 komentar: