Personal Life

Fate brought us here

6/15/2013 11:40:00 AM Oktiara dwindah 0 Comments

Pemilihan umum di Indonesia saat ini adalah pemilihan yang demokratis (Pelajaran sejarah yang masih saya ingat :p ) dimana setiap penduduk memiliki kebebasan untuk memilih pemimpin baik bupati, walikota ataupun gubernur, dengan pemilihan langsung (Red: coblos)
Pemilihan umum yang bersifat demokratis ini merupakan langkah yang amat tepat, karena kita bisa menyuarakan  pilihan kita atau setidaknya berpartisipasi. Namun sayang, semakin kesini pemilihan umum atau pemilu, diwarnai aksi-aksi kecurangan dari berbagai pihak, khususnya si calon "pemimpin" tersebut atau tim suksesnya. Hal ini telah terjadi hampir disebagian tempat.
Seperti beberapa quote bijaksana yang mengatakan bahwa "Jika itu sudah takdir mu, sudah hak mu, maka tidak ada satupun yang dapat merubahya, kecuali Allah Swt.
Berdasarkan berbagai macam pengalaman pemilihan umum yang saya simak (maklum tim sukses sana sini :p) Kenyataannya pemilihan umum saat ini diwarnai kecurangan, ada yang lebih parahnya lagi beberapa oknum membuat kotak suara sendiri plus surat suara yang dicoblos untuk memenangkan si "calon pemimpin"
Namun lagi-lagi kita berkaca pada quote tadi jika memang sudah hak nya pasti apapun yang terjadi akan terjadi, walaupun lawan politik kita adalah orang yang tersohor dan raja. Hal ini sudah terbukti, dan menimpa keluarga saya sendiri yang beberapa waktu lalu mencalonkan diri untuk menjadi bupati, namun terjadi pertarungan sengit antara si "raja" dengan calon-calon bupati pendatang baru. Pada awalnya, si raja tersebut menang! Namun, jikalau memang Tuhan telah menakdirkan sesuatu, sepandai-pandainya menyimpan bangkai pasti ketauan jua. Sama hal nya seperti si raja tersebut yang melakukan kecurangan pasca pemilihan umum ini. Entah bagaimana tiba-tiba si kotak suara palsu tersebut lupa disembunyikan oleh timsukses nya, dan dilihat oleh warga kabupaten tersebut! Malang, warga kemudian melakukan demo dan untungnya si raja tersebut di "Blacklist"  dari pemilihan tersebut.

Dari cerita diatas, dapat kita simpulkan bahwa, Tidak usah diragukan lagi bukan,? Bahwa apa yang akan menjadi milikmu, akan menjadi milikmu, apapun itu  yang terjadi. Namun kemabali lagi kita kepada Allah swt, pengadilan yang setinggi-tingginya adalah di alam setelah kehidupan. This is just a game. Bismillah, semoga keberuntungan selalu berpihak kepada kami. Allahuallam.

You Might Also Like

0 komentar: